Pages

Labels

Kamis, 06 Maret 2014

Everton Cemas Jadi Pelampiasan Arsenal

Roberto Martinez. (Foto: Daylife) Roberto Martinez. (Foto: Daylife) LIVERPOOL - Pelatih Everton, Roberto Martinez tengah cemas akan menjadi pelampiasan Arsenal pada babak perempatfinal FA Cup, Sabtu 8 Maret mendatang. Pasalnya, The Gunners dipastikan akan bangkit usai dikalahkan Stoke City.

Stoke mampu menumbangkan Arsenal dengan skor 1-0 dalam laga lanjutan Premier League di Britania Stadium, pekan lalu. Hasil tersebut membuat skuad asuhan Arsene Wenger turun ke posisi tiga klasemen sementara.

Kondisi itulah yang diwaspadai oleh Martinez, ia sadar bahwa Arsenal akan bangkit dan memberikan performa yang lebih baik. "Jika Anda ingin menemukan periode buruk untuk berduel dengan mereka, bisa jadi sekaranglah saatnya,” kata Martinez.

Terlebih, laga tersebut akan berlangsung di Emirates Stadium. Tercatat, The Toffees belum pernah menang di markas Arsenal itu sejak 1996, namun Martinez telah mencari jalan keluar untuk mengatasi hal tersebut.

"Hal terburuk di sepakbola adalah ketidaktahuan. Di waktu dulu, sebuah tim bisa sukses di Emirates dikarenakan mereka tahu apa yang harus dilakukan dan sangat sempurna melaksanakan (rencana) tersebut," papar Martinez.

"Bermain di kandang menjadi faktor utama untuk mereka. Mereka akan mencoba menjadikannya sebagai keuntungan dan mengulang lagi pada akhir pekan ini. Tapi Anda harus bisa beradaptasi dan bisa melewati masa-masa terberat,” sambungnya di Sportsmole.
(min)


View the original article here

Patahkan Kaki Lawan, Bek Vietnam Dihukum 28 Laga

Jum'at, 7 Maret 2014 - 05:43 wib | A. Firdaus - Okezone

 Tran Dinh Dong (foto: Ist) Tran Dinh Dong (foto: Ist) HO CHI MINH CITY – Pemain internasional Vietnam, Tran Dinh Dong harus menjalani larangan bermain hingga 28 laga. Hukuman itu didapatnya usai menekel dengan keras sang lawan, Nguyen Anh Hung sampai patah kaki.

Dong yang bermain untuk Song Lam Nghe An, melompat dengan dua kaki untuk menerjang bola yang memang sudah lebih dekat dengan Nguyen. Sayang perkiraannya untuk mendapatkan bola, gagal tercapai dan justru mengenai kaki pemain Hung Vuong An Giang itu. Nguyen (sang korban) harus menepi selama setahun.

Aksi brutal Dong ini membuat federasi sepakbola Vietnam, VFF (Vietnam Football Federation) melayangkan sanksi tegas berupa larangan bertanding selama 28 pertandingan. Tak hanya itu, mantan pemain Vietnam U-23 itu juga harus membayar denda sebesar USD950.

Pelatih Dong, Nguyen Huu Thang angkat bicara terkait aksi brutal anak asuhnya tersebut dan menyikapi dengan dingin sanksi yang dijatuhkan oleh VFF. Tak ayal, Thang bakal mengajukan banding untuk meringankan sanksi yang dianggap telah menjadi rekor di Vietnam.

“Saya akan baik-baik saja jika dia tidak salah. Saya pikir mereka mengeluarkan denda di bawah tekanan dari opini publik, tidak didasarkan pada kenyataan. Kami akan mengajukan banding karena ketidakhadirannya akan sangat mempengaruhi nama dan hasil di V -League,” tegas Thang, pelatih Dong.

“Hukuman ini dimaksudkan untuk menjadi bagian peringatan bagi pemain di seluruh negeri, di mana perilaku kekerasan di lapangan secara bertahap menjadi lebih populer,” demikian pernyataan dari Federasi tertinggi sepakbola Vietnam.

Untuk melihat aksi brutal Dong, klik videonya di sini
(fir)


View the original article here

Puyol Pergi, Barca Kehilangan Pemimpin

Jum'at, 7 Maret 2014 - 07:44 wib | A. Firdaus - Okezone

Marc Bartra (foto: Reuters) Marc Bartra (foto: Reuters) BARCELONA – Carles Puyol pekan ini mengumumkan secara resmi pengunduran dirinya dari Barcelona, karena kondisi fisik. Mendapat kabar tersebut, salah satu punggawa Barca, Marc Bartra merasa terenyuh.
Sebelumnya bek berusia 35 tahun itu telah mengumumkan pengunduran dirinya, setelah hampir 15 tahun bergabung sebagai pemain Barca. Bagi Bartra kepergiaan Puyol dari Camp Nou akhir musim nanti, membuatnya kehilangan seorang pemimpin.
“Ini kabar menyedihkan untuk kami semua. Untuk tim kami seperti kehilangan pemimpin, dia kapten dari kepala hingga jari kaki. Dan secara pribadi dia memberi saya begitu banyak saran dan membantu saya maju mengembangkan permainan,” ucap Bartra seperti dilansir Goal.
"Kami belum terbiasa dengan gagasan bahwa dia tidak akan bersama kami musim depan. Namun, masih ada tiga bulan tersisa dan kami harus optimistis dan belajar sebanyak mungkin untuk kami mendapatkan pelajaran dari dia,” sambung pemain berusia 23 tahun itu.
Bartra yang juga bermain pada posisi yang sama dengan Puyol, banyak belajar darinya. Kehadiran Puyol di lapangan, memberikan dampak besar. Bukan hanya bagi Bartra, melainkan untuk seluruh tim.
“Dia banyak membantu saya di lapangan. Setelah setiap pergerakannya memberi saya saran dan setiap pertandingan dan setiap sesi latihan juga. Dia memiliki dampak besar, bukan hanya untuk saya, tetapi untuk seluruh tim,” tegasnya.
Bartra juga enggan berpikir jauh, mengenai siapa yang akan menggantikan posisinya di musim mendatang. Terpentiing baginya, bisa menampilkan performa terbaik dan meyakinkan pelatih, bahwa dia layak bermain di tim reguler.
(fir)


View the original article here

Costa: Ramos dan Saya Bagaikan Saudara

Diego Costa (Foto: Ist) Diego Costa (Foto: Ist) MADRID – Timnas Spanyol sedari dulu selalu dihuni oleh pemain-pemain yang berasal dari FC Barcelona, Real Madrid dan baru ini, Atletico Madrid. Tiga klub tersebut jikala bertemu, selalu bermain dengan tensi tinggi yang dikhawatirkan berdampak di Timnas. Namun bomber Madrid, Diego Costa membantahnya.

Ya, akhir pekan kemarin, Costa baru saja melakoni El Derbi Madrileno melawan Real Madrid di La Liga. Kala itu, tensi pertandingan berjalan panas dengan benturan-benturan fisik yang terjadi antara Costa dengan barisan bertahan Los Blancos, seperti rekan senegaranya, Sergio Ramos.

Dikhawatirkan tensi tersebut, berlanjut hingga di level Timnas. Namun, pria berusia 25 tahun tersebut membatahnya. Ia justru menganggap Ramos sebagai saudara, “Sergio Ramos dan saya bagaikan saudara sekarang,” ucap Costa, kepada Marca, Jumat (7/3/2014).

Tidak hanya itu, bomber yang sempat diperebutkan Timnas Spanyol dan Brasil ini juga mengkungkapkan kebahagiaannya berbaju La Furia Roja untuk kali pertamanya. Sekaligus mengincar satu tempat untuk di Piala Dunia nanti, dengan cara bermain apik bersama Los Rojiblancos.

“Saya telah melepas beban dengan membuat debut. Impian saya bermain debut dengan gol, namun hal tersebut tak terjadi. Bagaimanapun saya senang menjalani debut. Sekarang saya harus fokus dengan Atletico, dimana saya harus bermain baik untuk menjaga tempat saya di Timnas,” lanjut Costa.

“Semuanya tahu saya lahir di Brasil, namun saya ingin bermain untuk Spanyol. Saya tak akan lupakan ketertarikan yang telah ditunjukkan Spanyol kepada saya (untuk membela Timnas),” imbuhnya. (acf)


View the original article here

Henry Goda Puyol Berkarier di MLS

Carles Puyol. (foto: Reuters) Carles Puyol. (foto: Reuters) NEWYORK - Thierry Henry mencoba menggoda Carles Puyol untuk bermain di kompetisi Amerika Serikat, Major League Soccer (MLS). Hal ini menyusul keputusan Puyol yang akan pergi meninggalkan Barcelona di akhir musim nanti.

Seperti diketahui, pemain berusia 35 tahun tersebut memilih untuk memutus hubungan kerja dengan Barcelona di akhir musim nanti. Padahal, ia masih memiliki sisa kontrak selama dua tahun lagi di Camp Nou.

Puyol yang merupakan didikan La Masia ini merasa sudah tidak memberikan kontribusi yang maksimal kepada klub usai didera cedera. Henry pun bisa menerima keputusan pemain didikan La Masia tersebut.

"Kita harus menghormati keputusannya dan kita harus menikmati beberapa bulan terakhirnya di Barca," ujar Henry seperti dikutip Football Espana. "Keputusannya adalah contoh dari respeknya untuk tim dan klub.”

Ia pun belum memutuskan akan meneruskan karier sepakbolanya nanti.Biasanya pemain-pemain yang sudah mendekati masa pensiun akan hijrah ke MLS atau kompetisi yang tak terlalu besar namun memiliki bayaran tinggi.

Henry sendiri menilai bahwa MLS cukup cocok dengan mantan rekan setimnya tersebut.
"Jika dia ingin datang dan bermain di Amerika Serikat, dia akan sangat diterima," kata pemain NewYork Red Bulls ini.

"Dia akan luar biasa untuk liga ini. Selalu menyenangkan punya pemain seperti dirinya. Puyol adalah pemain yang sangat cerdas dan dapat diandalkan yang sudah tahu apa yang dia inginkan," sambung Henry yang pernah berkostum Barca pada medio 2007–2010.
(min)


View the original article here

Tabu Bagi City Bahas Quadruple

Kapten City, Vincent Kompany. (Foto: Daylife) Kapten City, Vincent Kompany. (Foto: Daylife) MANCHESTER - Pembicaraan soal peluang Manchester City meraih empat gelar dalam satu musim atau biasa yang disebut Quadruple, menjadi hal yang dilarang. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh kapten City, Vincent Kompany.

City memang tampil cukup apik di musim ini, di bawah asuhan Manuel Pellegrini. Peluang The Citizens untuk meraih quadruple pun semakin lebar, usai meraih gelar juara di ajang Capital One Cup.

Dan kini tinggal menyabet tiga gelar lainnya, yaitu Premier League, FA Cup, dan Liga Champions. Akan tetapi, Kompany menegaskan bahwa timnya tak pernah membahas hal tersebut dan hanya memberikan jawaban dengan penampilan di lapangan.

"Kata quadruple dilarang di Manchester, terutama di ruang ganti," kata Kompany seperti dilansir Tribalfootball.

"Saya tidak pernah menggunakan kata-kata itu. Anda tidak akan mendengar rekan-rekan saya membicarakan itu.  Saya merasa sejak awal musim kami bisa meraih hal yang spesial, tapi saya tak pernah menyebut kata quadruple atau memenangi banyak hal,” sambungnya.

Untuk Liga Champions sendiri, City memang harus sedikit bekerja keras untuk terus melaju ke babak berikutnya. Pasalnya, mereka telah menelan kekalahan 2-0 dari Barcelona pada leg pertama babak 16 besar di Etihad Stadium.

"Saya tak memiliki masalah memasang target tinggi atau meyakini apa yang bisa diraih dari tim. Saya mengatakan cepat atau lambat City akan juara di Liga Champions, dan saya yakin bisa. Tak harus selalu terwujud di musim ini, demikian juga dengan tiga trofi lainnya," paparnya.
(min)


View the original article here

Casillas: Bale Bisa Jadi Legenda El Real

Jum'at, 7 Maret 2014 - 03:33 wib | A. Firdaus - Okezone

Gareth Bale (Foto: Reuters) Gareth Bale (Foto: Reuters) MADRID – Performa Gareth Bale di Real Madrid semakin memikat. Tak ayal salah satu pujian datang dari rekan setimnya, Iker Casillas, yang menganggap Bale bisa menjadi legenda di Madrid.
Lontaran pujian Casillas bukan tanpa alasan. Pemain berdarah Wales tersebut memang mengalami peningkatan penampilan. Terlebih saat ini dia terus-terusan mencetak gol untuk El Real. Terakhir kali di kancah Liga Champions, Bale mengemas dua gol saat Madrid bungkam Schalke 6-1.
Kehadiran Bale yang baru datang pada akhir musim lalu dari Tottenham Hotspur, diharapkan bisa membuat Madrid meraih trofi musim ini.
“Legenda adalah kata yang tepat untuk digunakan. Tapi Bale telah terbukti bahwa dia sudah memiliki bakat untuk menjadi legenda di Real Madrid," ucap Casillas, seperti dilansir Daily Mail, Jumat 7 Maret 2014.
“Selama saya di sini saya telah melihat legenda nyata seperti Raul, (Zinidine) Zidane, Ronaldo, dan Cristiano sekarang (Ronaldo). Apakah Gareth Bale bakal keluar dari Madrid, tidak sama sekali,” tegas portero nomor satu Timnas Spanyol tersebut.
"Dia adalah seorang pemain muda dan jika ia menghabiskan tahun-tahun terbaiknya di sini maka dia bisa bergabung grup tersebut (para legenda). Dia harus memainkan peran besar di Madrid dengan memenangkan trofi dan kami percaya ini bisa menjadi musim yang sukses bagi kami,” tegas Bale.
(fir)


View the original article here