Virzha (kiri) dan Gio Idol saat datang ke kantor Okezone (foto: Dok.Okezone) JAKARTA – Malam ini Indonesian Idol 2014 telah memasuki babak spektakuler show 3. Dari 11 kontestan yang tersisa, ternyata ada dua kontestan yang merupakan Juventini, sebutan bagi penggemar Juventus.
Mereka adalah Gio dan Virzha Idol. Secara kompak keduanya memilih Juventus sebagai klub favoritnya. Bahkan kesukaannya terhadap Bianconeri sudah dijalaninya sejak masih bocah. Seperti yang dialami Gio.
Menurut pria bernama lengkap Giofannyy Elliandrian Agoes dia mulai menyukai Juve sejak tahun 1992. Di mana para punggawa si Nyonya Tua masih diisi oleh Roberto Baggio, Gianluca Vialli, hingga pada tahun 1993, masuklah Alessandro Del Piero. Lantas apa alasan Gio memilih Juve?
“Saya suka perpaduian hitam dan putih. Karena itu merupakan dua warna dasar. Filosopi hidup juga ada hitam dan putih. Makanya pas ngelihat Juve Main di RCTI, saat itu ada laporan langsung bung Rayana Djakasurya dari Italia,” kenang Gio, saat diwawancari okezone beberapa waktu lalu.
Senada dengan Gio, kontestan dari Banda Aceh, Virzha Idol juga mengagumi Juventus sejak tahun 1998. Bahkan saking nge-fansnya dengan Juve, kontestan bernama lengkap Muhammad De Virzha, mengaku pernah membuat tim bola dengan nama Juve Junior.
“Di tim itu berisikan saudara saya yang memang juga suka Juve. Bagi saya permainan Juve itu menarik apalagi saat masih diperkuat oleh Del Piero dan Filippo Inzaghi,” ungkap Virzha, yang terkenal dengan rambut panjangnya itu.
(fir)
Kamis, 06 Maret 2014
Dua Kontestan Indonesian Idol ternyata Juventini
Kamis, 21 November 2013
Ahh, Ternyata Messi Pernah Hampir Tinggalkan Barca
Media Spanyol AS melansir kabar mengejutkan 10 tahun lalu tentang Messi yang nyaris keluar dari Nou Camp. Kejadian itu bermula dari keberhasilan Joan Laporta menjadi presiden baru Barca menggantikan Joan Gaspart di tahun 2003. Laporta menunjuk Sandro Rosell (Presiden Barca saat ini) sebagai direktur olahraga.
Rosell menemukan kondisi Barca yang terbebani masalah utang besar. Kondisi keuangan Barca yang memburuk membuat Messi hampir mengikuti jejak Gerard Pique yang hijrah ke Manchester United serta Cesc Fabregas yang dibajak Arsenal. Hal lain lagi yang membuat Messi juga nyari pergi adalah soal surat izin tinggal ayah Messi, Jorge, yang saat itu telah habis.
Jorge mengancam membawa Messi kembali ke Argentina. Rosell saat itu sudah bersiap melihat Messi pulang kampung karena tidak ada dana yang tersedia untuk mempertahankan keluarga sang pemain di Spanyol.
Keputusan Rosell ini membuat staf pelatih junior Barca saat ini, termasuk Pep Colomer dan Guillermo Hoyos, gusar dan kemudian memperingatkan pengurus klub bila langkah ini akan menjadi kesalahan yang sangat fatal.
Beruntung, akhirnya Messi dapat dipertahankan sehingga sekarang menjelma menjadi pesepakbola terbaik sejagat raya. Teman Hoyos, Antoni Vilalta, yang berperan besar mempertahankan Messi. Dia setuju mempekerjakan Jorge. Sebagai gantinya dia akan mendapat bagian bila Messi menembus tim utama. Celakanya perjanjian ini tidak pernah dipenuhi ayah Messi. Sekarang kasus ini dibawa ke pengadilan. (*)