Pages

Labels

Tampilkan postingan dengan label Balapan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Balapan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 November 2013

Massa Bersiap Jalani Balapan Sarat Emosi

Sao Paulo - Balapan di Interlagos pada akhir pekan akan jadi amat spesial buat Felipe Massa. Pebalap Brasil itu bakal melakoni balapan terakhir bersama Ferrari tepat dalam balapan kandangnya.

Kebersamaan delapan tahun antara Massa dengan tim Ferrari akan berakhir saat musim ini habis. Musim depan pebalap berusia 32 tahun itu akan hijrah untuk membela tim Williams.

Bersama salah satu tim top di arena 'Jet Darat' itu Massa sudah mencatatkan prestasi terbaiknya di F1, yakni dengan menjadi runner-up tahun 2008. Selain capaian itu, masa delapan tahun tentu sudah menyisakan banyak kenangan buat Massa.

Yang menarik, balapan terakhirnya bersama Ferrari itu akan dijalani Massa di GP Brasil yang juga merupakan balapan kandangnya. "Akan sarat emosi membalap di Interlagos untuk kali terakhir buat Ferrari," kata Massa di situs resmi F1.

Interlagos sendiri sudah menjadi amat istimewa buat Massa bahkan sejak ia belum terjun ke dunia balap, alias masih menjadi penonton di kursi sirkuit.

"Tampil di GP Brasil saja sudah menjadi sebuah impian buat seluruh pebalap Brasil. Karier membalapku dimulai di Interlagos, lintasan lokal go-kart buatku, dan aku pun membalap dalam kategori yunior lain di sini," ujar Massa.

"Sebelum itu aku ingat duduk di grandstand semasa bocah, menyaksikan Ayrton Senna, Nelson Piquet, dan bahkan Rubens Barrichello. Setelah itu, bisa membalas di sana dalam F1 adalah sebuah perasaan yang sulit dijelaskan."Next

(krs/rin)

View the original article here


This post was made using the Auto Blogging Software from WebMagnates.org This line will not appear when posts are made after activating the software to full version.

Hadapi Balapan Pamungkasnya di F1, Webber Takkan Dapat Bantuan dari Vettel

Milton Keynes - Bagi Mark Webber, tentu akan sangat menyenangkan kalau bisa mengakhiri kariernya di Formula 1 dengan memenangi balapan. Untuk mewujudkannya, dia harus berjuang sendiri.

Webber akan berkiprah di F1 hanya sampai akhir musim ini saja. Selanjutnya, pebalap Australia itu akan bergabung dengan Porsche di ajang World Endurance Championship. Posisinya di Red Bull akan digantikan oleh Daniel Ricciardo mulai musim depan.

GP Brasil di Sirkuit Interlagos, Minggu (24/11/2013), akan menjadi balapan terakhir yang dijalani oleh Webber. Bisa memenangi balapan ini tentu akan menjadi penutup yang indah untuk kariernya di F1.

Red Bull juga akan senang kalau Webber bisa menang pada balapan pamungkasnya. Tapi, mereka tak akan menerapkan team order. Meski Sebastian Vettel sudah pasti merebut gelar juara dunia, mereka tak akan memintanya untuk membantu Webber.

"Akan menyenangkan melihatnya memenangi balapan terakhirnya -- cara yang sangat baik untuk pergi -- tapi Sebastian juga akan mengejar rekor," tutur prinsipal tim Red Bull, Christian Horner, di Autosport.

"Seperti biasa, ini akan menjadi duel langsung antara mereka. Mark tak akan mau begitu saja diberi kemenangan," katanya.

Meski sudah pasti menjadi juara dunia musim ini, Vettel masih punya kans untuk menyamai rekor jumlah kemenangan dalam semusim milik Michael Schumacher. Schumacher meraih 13 kemenangan pada musim 2004, sementara Vettel sejauh ini sudah 12 kali menang.

(mfi/cas)

View the original article here


This post was made using the Auto Blogging Software from WebMagnates.org This line will not appear when posts are made after activating the software to full version.

Jumat, 22 November 2013

Massa Bersiap Jalani Balapan Sarat Emosi

Sao Paulo - Balapan di Interlagos pada akhir pekan akan jadi amat spesial buat Felipe Massa. Pebalap Brasil itu bakal melakoni balapan terakhir bersama Ferrari tepat dalam balapan kandangnya.

Kebersamaan delapan tahun antara Massa dengan tim Ferrari akan berakhir saat musim ini habis. Musim depan pebalap berusia 32 tahun itu akan hijrah untuk membela tim Williams.

Bersama salah satu tim top di arena 'Jet Darat' itu Massa sudah mencatatkan prestasi terbaiknya di F1, yakni dengan menjadi runner-up tahun 2008. Selain capaian itu, masa delapan tahun tentu sudah menyisakan banyak kenangan buat Massa.

Yang menarik, balapan terakhirnya bersama Ferrari itu akan dijalani Massa di GP Brasil yang juga merupakan balapan kandangnya. "Akan sarat emosi membalap di Interlagos untuk kali terakhir buat Ferrari," kata Massa di situs resmi F1.

Interlagos sendiri sudah menjadi amat istimewa buat Massa bahkan sejak ia belum terjun ke dunia balap, alias masih menjadi penonton di kursi sirkuit.

"Tampil di GP Brasil saja sudah menjadi sebuah impian buat seluruh pebalap Brasil. Karier membalapku dimulai di Interlagos, lintasan lokal go-kart buatku, dan aku pun membalap dalam kategori yunior lain di sini," ujar Massa.

"Sebelum itu aku ingat duduk di grandstand semasa bocah, menyaksikan Ayrton Senna, Nelson Piquet, dan bahkan Rubens Barrichello. Setelah itu, bisa membalas di sana dalam F1 adalah sebuah perasaan yang sulit dijelaskan."Next

(krs/rin)

View the original article here


This post was made using the Auto Blogging Software from WebMagnates.org This line will not appear when posts are made after activating the software to full version.

Hadapi Balapan Pamungkasnya di F1, Webber Takkan Dapat Bantuan dari Vettel

Milton Keynes - Bagi Mark Webber, tentu akan sangat menyenangkan kalau bisa mengakhiri kariernya di Formula 1 dengan memenangi balapan. Untuk mewujudkannya, dia harus berjuang sendiri.

Webber akan berkiprah di F1 hanya sampai akhir musim ini saja. Selanjutnya, pebalap Australia itu akan bergabung dengan Porsche di ajang World Endurance Championship. Posisinya di Red Bull akan digantikan oleh Daniel Ricciardo mulai musim depan.

GP Brasil di Sirkuit Interlagos, Minggu (24/11/2013), akan menjadi balapan terakhir yang dijalani oleh Webber. Bisa memenangi balapan ini tentu akan menjadi penutup yang indah untuk kariernya di F1.

Red Bull juga akan senang kalau Webber bisa menang pada balapan pamungkasnya. Tapi, mereka tak akan menerapkan team order. Meski Sebastian Vettel sudah pasti merebut gelar juara dunia, mereka tak akan memintanya untuk membantu Webber.

"Akan menyenangkan melihatnya memenangi balapan terakhirnya -- cara yang sangat baik untuk pergi -- tapi Sebastian juga akan mengejar rekor," tutur prinsipal tim Red Bull, Christian Horner, di Autosport.

"Seperti biasa, ini akan menjadi duel langsung antara mereka. Mark tak akan mau begitu saja diberi kemenangan," katanya.

Meski sudah pasti menjadi juara dunia musim ini, Vettel masih punya kans untuk menyamai rekor jumlah kemenangan dalam semusim milik Michael Schumacher. Schumacher meraih 13 kemenangan pada musim 2004, sementara Vettel sejauh ini sudah 12 kali menang.

(mfi/cas)

View the original article here


This post was made using the Auto Blogging Software from WebMagnates.org This line will not appear when posts are made after activating the software to full version.