Pages

Labels

Kamis, 06 Maret 2014

Costa: Ramos dan Saya Bagaikan Saudara

Diego Costa (Foto: Ist) Diego Costa (Foto: Ist) MADRID – Timnas Spanyol sedari dulu selalu dihuni oleh pemain-pemain yang berasal dari FC Barcelona, Real Madrid dan baru ini, Atletico Madrid. Tiga klub tersebut jikala bertemu, selalu bermain dengan tensi tinggi yang dikhawatirkan berdampak di Timnas. Namun bomber Madrid, Diego Costa membantahnya.

Ya, akhir pekan kemarin, Costa baru saja melakoni El Derbi Madrileno melawan Real Madrid di La Liga. Kala itu, tensi pertandingan berjalan panas dengan benturan-benturan fisik yang terjadi antara Costa dengan barisan bertahan Los Blancos, seperti rekan senegaranya, Sergio Ramos.

Dikhawatirkan tensi tersebut, berlanjut hingga di level Timnas. Namun, pria berusia 25 tahun tersebut membatahnya. Ia justru menganggap Ramos sebagai saudara, “Sergio Ramos dan saya bagaikan saudara sekarang,” ucap Costa, kepada Marca, Jumat (7/3/2014).

Tidak hanya itu, bomber yang sempat diperebutkan Timnas Spanyol dan Brasil ini juga mengkungkapkan kebahagiaannya berbaju La Furia Roja untuk kali pertamanya. Sekaligus mengincar satu tempat untuk di Piala Dunia nanti, dengan cara bermain apik bersama Los Rojiblancos.

“Saya telah melepas beban dengan membuat debut. Impian saya bermain debut dengan gol, namun hal tersebut tak terjadi. Bagaimanapun saya senang menjalani debut. Sekarang saya harus fokus dengan Atletico, dimana saya harus bermain baik untuk menjaga tempat saya di Timnas,” lanjut Costa.

“Semuanya tahu saya lahir di Brasil, namun saya ingin bermain untuk Spanyol. Saya tak akan lupakan ketertarikan yang telah ditunjukkan Spanyol kepada saya (untuk membela Timnas),” imbuhnya. (acf)


View the original article here

Henry Goda Puyol Berkarier di MLS

Carles Puyol. (foto: Reuters) Carles Puyol. (foto: Reuters) NEWYORK - Thierry Henry mencoba menggoda Carles Puyol untuk bermain di kompetisi Amerika Serikat, Major League Soccer (MLS). Hal ini menyusul keputusan Puyol yang akan pergi meninggalkan Barcelona di akhir musim nanti.

Seperti diketahui, pemain berusia 35 tahun tersebut memilih untuk memutus hubungan kerja dengan Barcelona di akhir musim nanti. Padahal, ia masih memiliki sisa kontrak selama dua tahun lagi di Camp Nou.

Puyol yang merupakan didikan La Masia ini merasa sudah tidak memberikan kontribusi yang maksimal kepada klub usai didera cedera. Henry pun bisa menerima keputusan pemain didikan La Masia tersebut.

"Kita harus menghormati keputusannya dan kita harus menikmati beberapa bulan terakhirnya di Barca," ujar Henry seperti dikutip Football Espana. "Keputusannya adalah contoh dari respeknya untuk tim dan klub.”

Ia pun belum memutuskan akan meneruskan karier sepakbolanya nanti.Biasanya pemain-pemain yang sudah mendekati masa pensiun akan hijrah ke MLS atau kompetisi yang tak terlalu besar namun memiliki bayaran tinggi.

Henry sendiri menilai bahwa MLS cukup cocok dengan mantan rekan setimnya tersebut.
"Jika dia ingin datang dan bermain di Amerika Serikat, dia akan sangat diterima," kata pemain NewYork Red Bulls ini.

"Dia akan luar biasa untuk liga ini. Selalu menyenangkan punya pemain seperti dirinya. Puyol adalah pemain yang sangat cerdas dan dapat diandalkan yang sudah tahu apa yang dia inginkan," sambung Henry yang pernah berkostum Barca pada medio 2007–2010.
(min)


View the original article here

Tabu Bagi City Bahas Quadruple

Kapten City, Vincent Kompany. (Foto: Daylife) Kapten City, Vincent Kompany. (Foto: Daylife) MANCHESTER - Pembicaraan soal peluang Manchester City meraih empat gelar dalam satu musim atau biasa yang disebut Quadruple, menjadi hal yang dilarang. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh kapten City, Vincent Kompany.

City memang tampil cukup apik di musim ini, di bawah asuhan Manuel Pellegrini. Peluang The Citizens untuk meraih quadruple pun semakin lebar, usai meraih gelar juara di ajang Capital One Cup.

Dan kini tinggal menyabet tiga gelar lainnya, yaitu Premier League, FA Cup, dan Liga Champions. Akan tetapi, Kompany menegaskan bahwa timnya tak pernah membahas hal tersebut dan hanya memberikan jawaban dengan penampilan di lapangan.

"Kata quadruple dilarang di Manchester, terutama di ruang ganti," kata Kompany seperti dilansir Tribalfootball.

"Saya tidak pernah menggunakan kata-kata itu. Anda tidak akan mendengar rekan-rekan saya membicarakan itu.  Saya merasa sejak awal musim kami bisa meraih hal yang spesial, tapi saya tak pernah menyebut kata quadruple atau memenangi banyak hal,” sambungnya.

Untuk Liga Champions sendiri, City memang harus sedikit bekerja keras untuk terus melaju ke babak berikutnya. Pasalnya, mereka telah menelan kekalahan 2-0 dari Barcelona pada leg pertama babak 16 besar di Etihad Stadium.

"Saya tak memiliki masalah memasang target tinggi atau meyakini apa yang bisa diraih dari tim. Saya mengatakan cepat atau lambat City akan juara di Liga Champions, dan saya yakin bisa. Tak harus selalu terwujud di musim ini, demikian juga dengan tiga trofi lainnya," paparnya.
(min)


View the original article here

Casillas: Bale Bisa Jadi Legenda El Real

Jum'at, 7 Maret 2014 - 03:33 wib | A. Firdaus - Okezone

Gareth Bale (Foto: Reuters) Gareth Bale (Foto: Reuters) MADRID – Performa Gareth Bale di Real Madrid semakin memikat. Tak ayal salah satu pujian datang dari rekan setimnya, Iker Casillas, yang menganggap Bale bisa menjadi legenda di Madrid.
Lontaran pujian Casillas bukan tanpa alasan. Pemain berdarah Wales tersebut memang mengalami peningkatan penampilan. Terlebih saat ini dia terus-terusan mencetak gol untuk El Real. Terakhir kali di kancah Liga Champions, Bale mengemas dua gol saat Madrid bungkam Schalke 6-1.
Kehadiran Bale yang baru datang pada akhir musim lalu dari Tottenham Hotspur, diharapkan bisa membuat Madrid meraih trofi musim ini.
“Legenda adalah kata yang tepat untuk digunakan. Tapi Bale telah terbukti bahwa dia sudah memiliki bakat untuk menjadi legenda di Real Madrid," ucap Casillas, seperti dilansir Daily Mail, Jumat 7 Maret 2014.
“Selama saya di sini saya telah melihat legenda nyata seperti Raul, (Zinidine) Zidane, Ronaldo, dan Cristiano sekarang (Ronaldo). Apakah Gareth Bale bakal keluar dari Madrid, tidak sama sekali,” tegas portero nomor satu Timnas Spanyol tersebut.
"Dia adalah seorang pemain muda dan jika ia menghabiskan tahun-tahun terbaiknya di sini maka dia bisa bergabung grup tersebut (para legenda). Dia harus memainkan peran besar di Madrid dengan memenangkan trofi dan kami percaya ini bisa menjadi musim yang sukses bagi kami,” tegas Bale.
(fir)


View the original article here

City Goda Messi

Jum'at, 7 Maret 2014 - 04:48 wib | A. Firdaus - Okezone

Lionel Messi bakal mendapatkan bayaran 25 juta euro permusim, andai ingin gabung ke Etihad Stadium (foto: Reuters) Lionel Messi bakal mendapatkan bayaran 25 juta euro permusim, andai ingin gabung ke Etihad Stadium (foto: Reuters) BARCELONA – Spekulasi pemberitaan transfer Lionel Messi kembali mencuat. Bintang Barcelona tersebut kini menjadi bidikan Manchester City. Bahkan The Citizens rela menebus biaya klausul yang dicanangkan Barca akhir-akhir ini.
Dalam sebuah laporan, media Spanyol mengklaim bahwa juara Capital One Cup 2014 itu bersedia untuk bertemu dengan pihak Barca demi bisa membuka negosiasi kepindahan Messi pada akhir musim ini.
Media ternama El Confidential itu mengatakan, City akan mencoba mengambil keuntungan dari ketidakbahagiaan Messi dalam negosiasi perpanjangan kontraknya di Camp Nou. Nampaknya, kontrak yang belum dibahas tersebut, bisa saja tak menemui titik terang, hingga menimbulkan hengkangnya Messi dari Barca.
Diakui, Messi bisa saja merasakan kekendoran dalam hal tekanan jika bergabung ke Etihad Stadium. Lebih lanjut, laporan tersebut mengatakan bahwa upaya City menggaet Messi, tak lepas dari aksi agresif Paris Saint Germain (PSG) dalam memburu pemain internasional Argentina tersebut.
PSG sendiri bahkan sudah berbicara dengan ayah sekaligus agen La Pulga, Jorge Messi. Kendati demikian, pindah ke Paris akan sulit, karena bakal dikenakan pajak sebesar 75 %. Namun jika Messi mau pindah ke Manchester, maka dia akan menerima 25 juta euro permusim.
(fir)


View the original article here

Llorente Ogah Kalah Lagi dari La Viola

Jum'at, 7 Maret 2014 - 05:55 wib | A. Firdaus - Okezone

Fernando Llorente. (Foto: Reuters) Fernando Llorente. (Foto: Reuters) TURIN – Akhir pekan ini, Juventus kedatangan lawan spesial, yaitu Fiorentina. Dibilang spesial lantaran tim berjuluk La Viola tersebut merupakan satu-satunya tim yang berhasil mengalahkan si Nyonya Tua di Serie A.
Tepat di giornata kedelapan, Juve terpaksa tunduk di hadapan Fiorentina, meski sempat unggul dua gol di babak pertama. Namun Si Ungu dengan semangat juangnya, mampu membalikkan keadaan untuk mengemas kemenangan 4-2 di akhir laga.
Hasil yang sangat mengecewakan, karena keunggulan dua gol yang dimiliki Juve mampu diakhiri dengan nihil poin. Bahkan Fernando Llorente sangat tidak suka untuk membahas kekalahan tersebut jelang laga Fiorentina-Juve bertemu, Minggu 9 Maret 2014.
“Pada babak pertama kami bermain sangat baik. Kemudian di babak kedua, kami layak untuk mencetak banyak gol, tapi sayangnya kami tak bisa merealisasikannya,” ucap Llorente kepada Sky Sport, Jumat 7 Maret 2014.
“Lalu ada 20 menit di mana Fiorentina bermain sangat baik dan kami membuat beberapa kesalahan dalam konsentrasi. Pada akhirnya ini benar-benar berantakan. Saya sangat tidak ingin itu terjadi. Terkadang ada pertandinga seperti itu,” tegas mantan penyerang Athletic Bilbao itu.
(fir)


View the original article here

Nazar Osvaldo Andai Juve Scudetto

Jum'at, 7 Maret 2014 - 06:44 wib | A. Firdaus - Okezone

Pablo Daniel Osvaldo (foto: Reuters) Pablo Daniel Osvaldo (foto: Reuters) TURIN – Serie A menyisakan 12 giornata lagi. Juventus masih memimpin klasifika dengan unggul 11 poin dari AS Roma. Punggawa Nyonya Tua, Pablo Osvaldo punya nazar atau janji, jika timnya mampu memenangkan gelar scudetto akhir musim ini.
Osvaldo didatangkan Juve pada jendela transfer musim dingin lalu dari Southampton dengan status pemain pinjaman. Kehadirannya menambah daya tajam lini serang Juve, yang pada musim lalu sangat jarang menghasilkan gol.
Kini Juve menatap gelar scudetto ketiga secara beruntun. Menindaki hal itu, Osvaldo pun mengucapkan janji atau nazar, apabila Scudetto dapat diraih, maka dia akan memakai kostum ala Captain Jack Sparrow, yang merupakan pemeran utama di film Pirates of the Caribbean.
Ide ini muncul saat Osvaldo mendapatkan kesempatan menjawab pertanyaan dari fans di twitter. Mantan punggawa AS Roma itu memang mirip dengan Johnny Depp pemeran Jack Sparrow, membuat dirinya mendapatkan tantangan dari fans untuk memakai kostum ala bajak laut tersebut.
“Akankah saya akan memakai kostum seperti Captain Jack Sparrow, jika Juventus memenangkan scudetto pada musim ini? Baiklah, saya akan janji memakainya,” ucap Osvaldo, seperti dilansir Football-Italia, Jumat 7 Maret 2014.
Terlepas dari itu, Osvaldo juga merasa bangga bisa bergabung dengan Bianconeri. Pemain internasional Italia itu pun punya alasan mengapa dia lebih memilih berkostum hitam-putih, di sisa musim ini.
“Mengenakan jersey Juventus adalah perasaan yang luar biasa. Beratnya tanggung jawab pada diri anda, tetapi dapat memberikan kepuasan yang sangat besar juga. Sedangkan memasuki Juventus Stadium dengan jersey Bianconeri itu adalah hal yang unik. Sebagai lawan yang akan main di sana, itu sangat sulit!,” papar pemain berusia 28 tahun tersebut.
(fir)


View the original article here